TUGAS AKHIR
SEMESTER
Manajemen
Pemasaran
Dosen Pembimbing:
Ir.M.Yamin Siregar,MM
Disusun Oleh
Destriyana
Tiara
Karina
Amanda
Taufik
Ismail
Juanda
Pratama
Hana
MERANCANG
STRATEGI PEMASARAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagaimana kita ketahui bahwa produk
ataupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tidak mungkin dapat mencari
sendiri pembeli ataupun peminatnya. 0leh karena itu,salah satu cara yang digunakan produsen
dalam bidang pemasaran untuk tujuan meningkatkan hasil produk yaitu melalui
kegiatan promosi. Selain Promosi, kita juga membutuhkan sebuah strategi
Pemasaran yang diterapkan suatu perusahaan terutama pada saat ini ketika era
informasi berkembang pesat.
Sebagaimana diketahui bahwa keadaan
dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang terjadi
setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena
itu strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan
perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya. Disamping itu strategi
pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan
perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian strategi
pemasaran harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa
yang dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau paduan pada
beberapa sasaran pasar.
Melihat pentingnya strategi pemasaran terhadap peningkatan volume penjualan perusahaan, maka penulis tertarik untuk lebih memperjelas lagi topik tersebut dalam penulisan karya ilmiah ini.
Melihat pentingnya strategi pemasaran terhadap peningkatan volume penjualan perusahaan, maka penulis tertarik untuk lebih memperjelas lagi topik tersebut dalam penulisan karya ilmiah ini.
1.2 Rumusan
Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan Strategi
Pemasaran?
b. Apa saja Strategis Pemasaran
yang dipakai dalam Penetapan posisi?
c. Bagaimana keterkaitan Posisi
perusahaan dalam setiap Strategi Pemasaran?
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 PENGERTIAN STRATEGI
PEMASARAN
Untuk mememperoleh pengertian lebih
luas tentang strategi pemasaran,
maka pada awal pembahasan ini, peneliti kemukakan definisi strategi pemasaran
dari beberapa para ahli diantaranya adalah:
Menurut Webster’s
New World Dictionary, defenisi strategi adalah ilmu perencanaan dan
penentuan arah operasi-operasi militer berskala besar. Strategi adalah
bagaimana menggerakkan pasukan ke posisi paling menguntungkan sebelum
pertempuran actual dengan musuh. John A Byrne mendefinisikan strategi sebagai
pola yang mendasar dari sasaran yang berjalan dan yang direncanakan, penyebaran
sumber daya dan interaksi organisasi dengan pasar, pesaing dan faktor-faktor
lingkungan. Sementara itu, Jack Trout dalam bukunya Trout on Strategy, inti dari strategi
adalah bagaimana bertahan hidup dalam dunia kompetitif, bagaimana membuat
persepsi yang baik dibenak konsumen menjadi berbeda, mengenali kekuatan dan
kelemahan pesaing menjadi spesialisasi, meguasai satu kata yang sederhana di
kepala, kepemimpinan yang memberi arah dan memahami realitas pasar
dengan menjadi yang pertama daripada menjadi yang menjadi lebih baik.
Definisi Strategi Pemasaran Menurut Philip
Kotler ( 2004, 81 ) :
“Strategi
Pemasaran adalah pola pikir pemasaran yang akan digunakanuntuk mencapai tujuan pemasarannya. Strategi pemasaran berisi strategi spesifik untuk
pasar sasaran, penetapan posisi, bauran pemasaran dan besarnya pengeluaran pemasaran.”
Setiap
perusahaan mempunyai tujuan untuk dapat tetap hidup dan berkembang. Tujuan
tersebut, hanya dapat dicapai melalui usaha mempertahankan dan meningkatkan
tingkat keuntungan laba perusahaan.
Usaha ini hanya dapat dilakukan apabila perusahaan dapat mempertahankan dan
meningkatkan penjualannya, melalui usaha mencari dan membina langganan, serta
usaha menguasai pasar, tujuan ini
hanya dapat dicapai apabila bagian pemasaran perusahaan melakukan strategi yang mantap
untuk dapat menggunakan kesempatan
atau peluang yang ada dalam pemasaran. Sehingga posisi atau kedudukan perusahaan
dipasar dapat dipertahankan dan sekaligus ditingkatkan.
Strategi
bersaing bergantung pada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar. Perusahaan besar mampu menerapkan strategi
tertentu, yang jelas tidak bisa dilakukanoleh perusahaan kecil. Tetapi hanya
dengan sekala besar saja tidaklah cukup, karena adabeberapa strategi bagi
perusahaan besar yang mampu menjamin keberhasilannya, akan tatapi ada juga strategi yang dapat merugikan dirinya
sendiri. Dan bukanlah merupakan sesuatu halyang jarang terjadi bahwa perusahaan
kecil dengan strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik
daripada yang diperoleh perusahaanbesar.Sehubungan dengan besarnya usaha, maka
dapat dibedakan menjadi empat kelompok usaha,
yaitu:
1. Market
Leader menguasai 40% pasar
2. Market
Challanger menguasai 30% pasar
3. Market
Follower menguasai 20% pasar
4. Market
Nicher menguasai 10% pasar
2.2 STRATEGI PEMIMPIN PASAR (MARKET
LEADER)
Pemimpin
pasar adalah perusahaan yang menguasai pangsa pasar terbesar
dan biasanya memimpin dalam perubahan harga, peluncuran produk baru, cakupan
distribusi dan intensitas promosi. Baik dihormati atau tidak, dominasi
perusahaan ini di akui oleh pesaingnya dan menjadi
acuan pesaing untuk ditantang, ditiru atau dihindari. Beberapa pemimpin pasar
di Indonesia adalah Aqua(Air minum dalam kemasan), Gudang Garam(Rokok kretek),
Unilever Indonesia(Barang kemasan konsumen), The Botol Sosro(The botol),
Gramedia(penerbit), kompas(Surat kabar harian), Indofood(makanan) dan
BCA(bank).
Pemimpin
pasar harus selalu waspada karena perusahaan lain selalu menantang dan mencari
kelemahannya. Pemimpin pasar biasa saja jatuh ke peringkat dua atau
tiga.
Tantangan yang harus dihadapi pemimpin pasar :
a.
Inovasi
produk
Misalnya:
·
Peluncuran
kartu prabayar Simpati oleh Telkomsel sangat menyulitkan Satelindo.
·
Tora bika
duo yang mengemas kopi dan gula dalam satu kemasan yang menyulitkan Kapal Api.
b.
Pesaing
tidak takut mengeluarkan biaya, sementara pemimpin pasar mungkin berhemat dan
takut masa sulit.
Contoh:
Telkomsel-Satelindo pemimpin pasar kelihatan kuno dibanding pesaing, misalnya:
Hotel Indonesia, Sepatu Bata.
c.
Pemimpin
pasar harus mengeluarkan biaya yang besar dan laba.
Contoh : Simpati
Agar
pemimpin pasar tetap nomor satu, ada 3 strategi yang biasanya dilakukan oleh
pemimpin pasar yaitu :
A.
Startegi Peningkatan Permintaan Pasar Keseluruhan
Pemimpin
pasar akan diuntungkan jika pasar secara keseluruhan bias ditingkatkan, maka
pemimpin pasar harus berusaha terus memperbesar pasar keseluruhan. Strategi
yang digunakan :
1.
Menciptakan Pemakai Baru
Kalau orang Indonesia lebih sering berfoto.
Fuji akan paling diuntungkan karena 70% film yang terjual adalah Fuji. Kalau
Fuji dapat meyakinkan orang untuk membeli kamera dan berfoto, atau berfoto di
kesempatan lain liburan, atau berfoto lebih banyak di tiap kesempatan, Fuji
akan mengalami keuntungan. Perusahaan yang paling sukses mengembangkan pemakai baru adalah shampoo bayi Jhonson
and Jhonson. Mula-mula mereka bingung karena angka kelahiran terus menurun,
tetapi mereka mengamati ternyata anggota keluarga yang lainnya juga menggunakan
shampo bayi, manajemen Jhonson dan Jhonson memutuskan melakukan kampanye iklan
yang ditujukan pada orang dewasa. Shampo bayi Jhonson dan Jhonson menjadi merk
nomor satu dalam pasar shampo keseluruhan.
2. Pengguna Baru
Pasar bisa dikembangkan dengan menemukan dan
mempromosikan penggunaan baru suatu produk.
-
Dulu orang Amerika makan sereal hanya untuk sarapan, seminggu 2-3 kali.
Kemudian sereal di promosikan sebagai snack, ternyata konsumsinya meningkat.
-
Vaselina dulu hanya digunakan untuk pelumas di bengkel, sekarang banyak di
gunakan sebagai krim kulit, perawatan rambut dan sebagainya.
-
Konsumen menemukan es soda gembira, dengan mencampurkan seven-up dengan susu
kental manis dan sirup.
-
Di desa-desa di Jawa mencampur sprite dengan telur mentah untuk jamu.
3. Penggunaan yang lebih banyak (lebih
sering).
Penambahan
penggunaan Strategi Pasar lainnya untuk memperbesar pasar keseluruhan adalah dengan meyakinkan orang untuk
memakai lebih banyak produk setiap kali penggunaan.
Contoh :
-
P dan G menyarankan agar menggunakan shampo head and shoulders dua kali setiap
keramas. Kemudian diiklankan lagi, diinformasikan bahwa shampo tersebut tidak
merusak rambut walaupun keramas setiap hari.
-
Keinginan menganjurkan vitaminnya sebagai sarapan kedua (setiap hari 1 tablet),
tetapi Hemaviton lebih kreatif menganjurkan meminum vitaminnya sehari dua kali.
B. Strategi Mempertahankan Pangsa Pasar
Selain
berusaha memperluas pasar keseluruhan, pemimpin pasar harus terus
mempertahankan diri terhadap serangan pesaingnya. Aqua harus terus berjaga-jaga
terhadap Ades, Teh Botol terhadap Te Kita, RCTI terhadap Indosiar, Indosat 001
terhadap Satelindo 008, Rinso terhadap Soklin.
Apa yang
harus dilakukan pemimpin pasar untuk mempertahankan daerahnya?
Suntzu
berkata pada prajuritnya: “Kita tidak dapat berharap musuh tidak menyerang,
melainkan kita harus yakin bahwa posisi kita tak mungkin dikalahkan.”
Tanggapan
yang paling konstruktif adalah inovasi terus menerus. Pemimpin pasar tidak
boleh puas dengan keadaan sekarang dan tertidur, pertahanan terbaik adalah
menyerang. Pemimpin pasar meskipun tidak sedang menyerang harus berjaga-jaga
jangan sampai ada sisi lemah. Pemimpin harus menutup lubang supaya tidak
dimasukki pesaing. Jika ada segmen pasar yang lemah, pemimpin pasar harus
memutuskan mana lahan yang penting dan harus dipertahankan dan mana yang harus
dilepas. Tidak mungkin dia terus mempertahankan dominasi dipasar, karena dia
harus memusatkan sumber daya yang dibutuhkan.
Tujuan
strategi pertahanan adalah :
a.. Mengurangi kemungkinan serangan
b. Mengalihkan serangan kedaerah yang
kurang berbahaya
c. Mengurangi intensitas serangan
Ada 6 strategi pertahanan yang dikenal :
1. Pertahanan Posisi
Ide pasar
pertahanan adalah membangun benteng di sekeliling daerahnya. Merek yang kuat
seperti Coca-cola atau Aspirin Bayer tidak dapat diandalkan sebagai sumber
pertumbuhan dan laba di masa yang akan datang. Sekarang Coca-cola walaupun
menguasai hampir setengah pasar minuman ringan didunia, telah membeli
perusahaan sari buah dan melakukan diversifikasi ke peralatan penyulingan air
dan plastik.
2.
Pertahanan Rusuk
Pemimpin
pasar tidak hanya perlu menjaga daerahnya, tetapi perlu membuat penjagaan
diluarnya untuk melindungi celah yang lemah, atau mungkin sebagai basis inovasi
untuk serangan balik.
Contoh : Jewel Food Store Pasar Swalayan terkemuka di Chicago.
Perusahaan
itu percaya bahwa Pasar Swalayan akan tetap dominan, tetapi berjaga-jaga dengan
memperkuat bauran makananya. Untuk mengantisipasi munculnya Fast Food, Jewel
menambah pilihan dengan makanan beku dan makanan langsung jadi. Toko diskon
dihadapi dengan mempromosikan makanan generik.
Pertahanan
rusuk tiada artinya bila tidak serius dilakukan. Kesalahan Ford dan General
Motor setengah hati merancang mobil kecil, akhirnya pasar Mobil Kecil dikuasai
Mobil Jepang.
3.
Pertahanan Mendahului
Pertahanan
lain yang lebih agresif adalah menyerang musuh. Pertahanan mendahului
berpendapat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.
Caranya :
a.
Melakukan perang gerilya, menghantam satu pesaing disatu tempat, yang lain
ditempat yang lain, sehingga semua orang bingung
b.
Membanjiri pasar, misalnya yang melakukan Seiko dengan 2.300 model jam tangan
yang dijual diseluruh dunia
c.
Serangan harga terus menerus
4.
Pertahanan Serangan Balik
Kebanyakan
pemimpin pasar akan menyerang balik jika diserang. Jika pesaingnya menurunkan
harga, Pemimpin Pasar tidak dapat ditinggal diam, Ia akan melakukan promosi
besar-besaran, melakukan peningkatan produk atau masuk ke daerah penjualan.
Contoh : Kopiko yang sedang tidur, tiba-tiba
melakukan kembali promosi ketika diserang oleh kino.
5. Pertahanan
Bergerak
Pemimpin pasar meluaskan daerahnya
ke daerah baru yang
dapat menjadi pusat penyerangan atau
pertahana di masa depan . Perluasan ini
tidak hanya dengan
menambah merek , tetapi
dengan Inovasi diperluasan pasar
dan diversifikasi pasar .
Tindakan ini akan
membuat perusahaan lebih tangguh. Sehingga tahan
terhadap serangan dan
dapat menyerang Galile.
Contoh : perusahaan
minyak berubah menjadi
perusahaan energi.
6. Pertahanan Mundur
Perusahaan
besar sering sadar bahwa mereka tidak dapat mempertahankan seluruh daerahnya
lagi. Tenaga mereka terlalu sedikit, sementara pesaing menggerogoti di beberapa
tempat. Tindakan terbaik tampaknya mundur secara strategis. Artinya bukan
meninggalkan pasar, tetapi meninggalkan daerah yang lemah dan memperkuat
daerah-daerah yang kuat.
Contoh:
·
Westing House mengurangi jumlah model lemari esnya
dari 40 ke 30 yang
menghasilkan
85% penjualannya.
·
GM menstandarisasi mesinnya dengan menawarkan lebih
sedikit pilihan.
C. Strategi
Memperluas Pangsa Pasar
Strategi
berikutnya bagi pemimpin pasar adalah meningkatkan pangsa pasarnya, untuk
meningkatkan laba. Menurut data yang dikumpulkan dari ratusan unit bisnis,
variable utama yan paling berpengaruh terhadap laba, adalah Pangsa Pasar.
Menurut Study Profit
Impect of Market Strategy (PIMS) RO I rata-rata unit Bisnis yang pangsa
pasarnya di bawah 10%, labanya sekitar 9%.
Rata-rata, setiap perbedaan 10% kenaikan pangsa pasarnya berhubungan
dengan perbedaan 5% dalam ROI. Menurut Study tersebut bisnis dengan pangsa
pasar diatas 40% akan mendapat ROI rata-rata 30% atau tiga kali (3x) lipat dari
bisnis yang pangsa pasarnya 10%.
Namun
study lain mengatakan, Pangsa pasar optimal suatu perusahaan adalah 50% bila
pangsa pasarnya naik lagi, tingkat keuntungan akan turun, karena biaya
untuk meraih pangsa pasar lebih tingggi. Pangsa pasar lebih tinggi akan
mengahsilkan laba lebih tinggi jika diperlui dua syarat:
a. Biaya per unit
produk turun dengan naiknya pangsa pasar.
b. Produk bermutu
tinggi dan memperoleh kesempatan memasang harga lebih tinggi.
Strategi
mengejar pangsa pasar ini diterapkan ole pocter 2 Gamble Cater Pilar.
2.3 STATEGI PENANTANG PASAR( MARKET CHALLANGER)
Perusahaan
yang menempati kedua, ketiga dan seterusnya dapat disebut sebagai Peringkat
kedua. Peringkat kedua yang cukup besar seperti Colgate, Ford, Westing House
dan Pepsi Cola. Perusahaan peringkat dua ini dapat menyerang si pemimpin pasar
secara agresif untuk merebut pangsa pasar di sebut sebagai penantang pasar.
Atau
mereka dapat tenang dan tidak mnimbulkan gejolak, di sebut pengikut pasar.
Contoh penantang pasar, yang mengejar pemimpin pasar,bahkan melampaui :
-
Canon
sekarang melampaui Xerox.
-
Toyota
sekarang melampaui General Motors.
- British Airways sekarang
melampaui pendahulunya Pan Am
Sebagai
penantang pasar perusahaan harus menentukan sasaran strategisnya, umumnya
menambah pangsa pasarnya, dengan harapan akan menaikkan laba.
Pada dasarnya, si penyerang dapat
menyerang tiga jenis perusahaan :
a.
Menyerang
pemimpin pasar, strategi ini beresiko tinggi namun hasilnya dapat tinggi pula.
Bila si pemimpin adalah pemimpin semua dan tidak melayani pasar dengan baik.
-
Xerox
merebut pasar foto copy 3M dengan mengembangkan proses copy lebih baik (system
kering, bukan system basah).
-
Canon
merebut pasar Xerox dengan melancarkan mesin foto copy meja.
-
Rokok
kretek ringan menyerang pasar rokok kretek sekaligus pasar rokok putih.
b.
Menyerang
perusahaan sebanding yang tidak bekerja dengan baik dan keuangannya lemah.
Serangan frontalpun mungkin berhasil kalau daya perusahaan yang di serang
tersebut terbatas.
c.
Penyerang
perusahaan local/kecil yang tidak baik dan keuangannya lemah.
Contoh :
-
Indomie
lebih besar debgan memangsa perusahaan mie yang lebih kecil.
-
Matahari
Departement Store menjadi besar dengan memangsa toko-toko local di daerah.
Memilih strategi penyerangan
1. Serangan
Frontal
Perusahaan
melakukan serangan frontal menghadapi langsung lawannya ; yang diserang adalah
kekuatan musuh bukan kelemahan lawannya. Hasilnya tergantung dari siapa yang
lebih kuat dan lebih tahan. Dalam serangan Frontal murni, si penyerang menyamai
produk iklan dan harga pesaing. Agar serangan Frontal bisa berhasil, penyerang
harus lebihy kuat dari pada pesaingnya.
Contoh :
Rokok
prinsip no.1 menyerang secara frontal rokok 234, dengan motonya “ kalau bias
no.1 buat apa 234.”
Alternatif serangan frontal murni
adalah serangan frontal yang di sesuaikan, biasanya berupa biasanya berupa
menurunkan harga di banding pesaing. Serangan ini dapat berbentuk menyamai penawaran pemimpin dalam
segala hal dan menawarkan harga lebih murah. Ini akan berhasil jika pemimpin
pasar tidak membalas dengan menurunkan
harga dari pasar percaya bahwa produk penyerang sama dengan pesaingnya,
sehingga dengan lebih murah, nilainya baik.
Contoh :
Biskuit Rodeo (nissin ) menyamai Oreo, dengan harga yang hamper 50 % nya.
2. Serangan Rusuk
Menyerang di bagian titik lemah pesaing. Ada dua dimensi strategis ,serangan rusuk yaitu geografis dan segmen.Dalam serangan geografis , si penyerang memilih daerah dimana pesaing lemah.
Menyerang di bagian titik lemah pesaing. Ada dua dimensi strategis ,serangan rusuk yaitu geografis dan segmen.Dalam serangan geografis , si penyerang memilih daerah dimana pesaing lemah.
Contoh
:
pesaing IBM memilih memperkuat pemasaran pemasaran di kota kecil. Dalam serangan segmen, si penyerang memilih segmen pasar yang tidak dilayani oleh pemimpin , seperti Produsen Mobil jepang memilih melayani pasar mobil hemat bensin.
pesaing IBM memilih memperkuat pemasaran pemasaran di kota kecil. Dalam serangan segmen, si penyerang memilih segmen pasar yang tidak dilayani oleh pemimpin , seperti Produsen Mobil jepang memilih melayani pasar mobil hemat bensin.
3. Serangan Dengan Mengepung
Adalah
usaha meraih daerah musuh lewat serangan klat terpadu. Mengepung meliputi
serangan besar dari beberapa sisi, sehingga musuh harus melindungi muka, rusuk
dan belakang. Syaratnya penyerang memiliki sumber daya lebih baik dan percaya bahwa pengepungan
akan meningkatkan semangat musuh.
Contoh :
Seiko
di pasar jam tangan menggambarkan serangan mengepung. Seiko meluaskan
distribusinya di setiap pasar jam
tangan, membanjiri pasar dengan begitu banyak model yang terus berganti. Di
dunia ada 2.300 model Seiko.
4. Serangan Dengan Mendahului
Merupakan serangan paling
tidak langsungdengan mengabaikan musuh dan menyerang pasar yang lebih mudah.
Strategi pendekatannya :
a.Diversifikasi
ke produk yang tidak ada hubungannya.
b.Diversifikasi
ke pasar geografis baru.
c.Meloncat
ke teknologi baru untuk menggantikan produk yang ada.
Contoh : Keberhasilan Colgate menggunakan dua
prinsip pertama. Di AS Colgate kalah dari P
& G , kemudian colgate meningkatkan keunggulannya di luar negeri
memasuki pasar, terutama di sana tidak ada P & G. Pendekatan ketiga
keberhasilan Nitendo dengan video gamenya, kemudian di susul oleh sony yang
menciptakan play-station, menggantikan dominasi Nitendo.
5. Serangan Gerilya
Merupakan alternatif lain
untuk penyerangan, terutama jika keuntungan lemah. Melakukan serangan kecil di
daerah musuh dan akhirnya mendapat tempat permanen. Biasanya dilakukan oleh
perusahaan kecil terhadap perusahaan besar.
Contohnya :
Mula-mula
Bayer menciptakan autan sebagai lotion anti nyamuk. Soffel bergerilya melawan
autan . Sekarang Soffel menjadi pemimpin pasar nyamuk.
2.4 STRATEGI PENGIKUT PASAR ( MARKET FOLLOWER
)
Menurut Prof. Levitt dalam
artikelnya “ Innovative Imatation” , diajukan
bahwa strategi peniruan produk
mungkin sama menguntungkan dengan strategi inovasi produk.Inovator harus
menanggung biaya pengembangan produk,distribusi dan mendidik pasar.Imbalannya
biasanya keunggulan pasar.Namun perusahaan lain dapat meniru atau memperbaiki
produk baru itu dan meluncurkannya.Walaupun perusahaan tersebut mungkin tidak
akan melebihi pemimpin pasar,tetapi pengikut ini labanya bisa tinggi,karena
tidak mengeluarkan biaya inovasinya.
Banyak
perusahaan peringkat dua lebih suka sebagai pengikut daripada menantang
pemimpin pasar.Kalau perusahaan tidak dapat menyerang dengan ampuh (Dengan
inovasi produk atau distribusi) lebih baik mengikuti daripada menyerang
pemimpin pasar.
Pola
meniru dengan sadar ini umum dalam industri padat modal dan produknya homogen
seperti baja,pupuk dan kimia.Termasuk industri farmasi Indonesia.Sebagian besar
produknya adalah meniru penemunya,karena untuk menemukan obat baru,biaya
risetnya sangat mahal.Mereka menyebut produk tiruan tersebut dengan Me too
product!
Kebanyakan
perusahaan peniru tidak mau mencuri pelanggan perusahaan pemimpin,umumnya
mereka memberikan penawaran serupa kepada pembeli,dengan mengikuti
pemimpin.Pangsa pasar pengikut biasanya cukup stabil.Sebagai pengikut pasar
mereka juga harus punya strategi.Pengikut pasar harus tahu cara mempertahankan
pelanggan dan merebut pasar baru.Pengikut biasanya diserang oleh penantang
pasar,maka ia harus mampu mempertahankan biaya produk rendah,mutu produk serta
pelayanan yang tinggi.
Pengikut
harus dapat menentukan arah pertumbuhannya agar tidak mengundang serangan
balik.Ada 3 strategi yang bisa diambil:
a.
Cloner:
Mengikuti produk,distribusi
dan iklan pemimpin.Cloner tidak memulai apapun,namun hidup seperti parasit dari
investasi pemimpin pasar.
Contoh:
·
Apple
Computer dan jam Rolex punya banyak masalah dengan pemalsu terutama di Timur jauh.
·
Biskuit
Rodeo bisa disebut sebagai cloner dari Oreo.
b.
Imitator:
Meniru beberapa hal dari
pemimpin,namun masih membedakan ciri dalam kemasan,iklan,harga dan
lain-lain.Pemimpin biasanya tidak terganggu oleh imitator,selama imitator tidak
menjadi penantang yang menyerangnya.Imitator bahkan membantu pemimpin
menghindari tuduhan monopoli.
Contoh:
·
Obat
batuk Sanadryl imitator Benadryl
·
Panther
Miyabi imitator Mitshubisi Pajero
c.
Adapter:
Mengikuti produk pemimpin lalu
mengadaptasi dan kadang-kadang memperbaikinya.Adapter mungkin memilih pasar
yang berbeda untuk konfrontasi langsung dengan pemimpin namun sering adaptor
menjadi penantang.
Contoh:
·
Perushaan
Jepang mengadaptasi dan memperbaiki produk yang dikembangkan oleh dunia barat.
·
Equil
mengadaptasi Aqua.
2.5 STRATEGI PENCERUK
PASAR(MARKET NICHER)
Alternatif
dari pengikut dalam pasar besar adalah menjadi pemimpin dalam pasar kecil atau
ceruk pasar.Perusahaan kecil umumnya menghindari persaingan melawan perusahaan
besar dengan mengarah pasar kecil yang tidak menarik perusahaan besar.Namun
sekrang banyak perusahaan besar membuat unit bisnis atau perusahaan yang
mengarah keceruk.Ada 3 perusahaan besar yang memiliki strategi pasar cerukan:
·
Wings
(produsen So klin detergen) membuat detergen murah daia.
·
Diikuti
oleh unilever(produsen rinso) mengeluarkan detergen sunlight.
·
Johnson&Johnson
perusahaan beromset besar kelas dunia,tetapi masih banyak unit bisnisnya
mengarah pasar cerukan.
Menjadi
penceruk ternyata menguntungkan,karena mereka dapat mengenal pelanggannya
dengan baik,sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan
pelanggannya.Akibatnya penceruk dapat memasang harga yang makin tinggi
pula,sementara pemasaran umum mengutamakan volume penjualan tinggi.
Ceruk
pasar yang ideal memiliki karakter :
·
Ukuran
dan daya beli cukup menguntungkan.
·
Posisi
pertumbuhan ceruk yang tinggi.
·
Ceruk
tidak menarik pesaing utama
·
Perusahaan
memiliki keahlian dan sumber daya cukup untuk melayani ceruk dengan baik.
·
Perusahaan
dapat bertahan terhadap serangan pesaing dengan hubungan baik dengan
pelanggannya.
Ide dasar penceruk adalah spesialisasi yaitu:
·
Spesialis
pengguna akhir:
Perusahaan
mengkhususkan diri melayani pengguna akhir.
Contohnya:
Pengacara dapat mengkhususkan
untuk kasus hukum perdata,hukum pidana atau hukum dagang.
·
Spesialis
vertikal:
Perusahaan
mengkhususkan diri pada titik tertentu dalam rantai nilai prosuksi distribusi.
Contohny :
Perusahaan tembaga
mengkhususkan untuk tembaga sebagai bahan baku,barang setengah jadi atau barang
jadi.
·
Spesialis
pelanggan tertentu: perusahaan hanya menjual kepada beberapa pelanggan.
Contoh: PT. Andarila Plastik khusus
untuk PT. Aqua Golden Missisipi.
·
Spesialis
Ukuran pelanggan: penuh mengkhususkan
dari pada pelanggan kecil, sedang dan besar.
·
Spesialis
Geografis: Perusahaan hanya menjual di daerah tertentu.
Contoh: Seng hanya mengeluarkan video
Vetamax di Indonesia.
·
Spesialis
Produk atau lini produk: Perusahaan hanya membuat satu produk atau lini produk.
Contoh: Rodenstock hanya memproduksi kacamata dan lensanya saja. Intel hanya
memproduksi Chip Komputer.
·
Spesialis
ciri produk: Perusahaan mengkhususkan pada jenis atau cirri produk tertentu.
Contoh : Tropicana khusus makanan untuk diet.
·
Spesialis
Pesanan: Perusahaan membuat produknya berdasarkan pesanan masing-masing
pelanggan. Contoh: Taylor(Penjahit), arsitektur, dan took Furniture.
·
Spesialis
mutu/ harga: Perusahaan bergerak hanya di kelas bawah atau kelas atas.
Contoh: Marcedes, Pena AT Cross,
Equil.
·
Spesialis
Pelayanan: Perusahaan menawarkan jasa yang tidak ditawarkan perusahaan lain.
Contoh: Perusahaan Cleaning Service dan Perusahaan Anjak Piutang.
·
Spesialis
Saluran: Perusahaan yang mengkhususkan diri pada satu saluran distribusi.
Contoh: Avon hanya dijula dari rumah
kerumah, tidak dijual ketoko-toko.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas dapatlah kita mengambil
kesimpulan dapat disimpulakan bahwa Strategi
yang banyak dikenal adalah strategi pertahanan. Di bawah pemimpin pasar, ada
perusahaan peringkat dua, tiga atau seterusnya yang selalu mengincar untuk
merebut posisi sebagai pemipin pasar. Mereka adalah penantang pasar, pengikut
pasar ataupun penceruk pasar.
Dengan
demikian sudah
selayaknyalah perusahaan memiliki Strategi Pemasarannya sendiri sebelum mereka
menjalankan ataupun memasarkan produk / jasanya.Strategi pemasaran yang dibuat
hendaknya haruslah mempertimbangkan situasi dan keadaan perusahaan baik keadaan
intern perusahaan itu sendiri atau lingkungan mikroperusahaan, maupun keadaan
ekstern perusahaan atau yang dikenal dengan lingkungan
makroperusahaan.Perusahaan yang berjaya dan mampu mempertahankan serta
meningkatkan lagipenjulannya ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan yang
telah berhasil menetapkanstrategi pemasarannya serta strategi bersaingnya
dengan tepat. Adapun penentuan strategi bersaing hendaknya dilakukan
dengan mempertimbangkankepada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam
pasar. Karena perusahaan yang besarmungkin dapat menerapkan stretegi tertentu
yang jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaankecil. Demikian pula sebaliknya,
bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwaperusahaan kecil dengan
strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yangsama atau bahkan
lebih baik daripada perusahaan besar.Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan
semua hal diatas, maka dapatdipastikan perusahaan akan dapat menentukan dengan
baik strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya,
untuk tetap maju dan berkembang di tengah-tengah persaingnnya.
Daftar Pustaka
Philip kotler,A.B.Susanto,2001,Manajemen
Pemasaran di Indonesia, Penerbit Salemba Empat,jilid I,II, Jakarta.
Suyanto,M.2007.,Marketing strategi,Top
Brand Indonesia,Penerbit Andi, Yogyakarta
